Produksi BBM Euro Lima Dorong Kemajuan Energi Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:37:24 WIB
Produksi BBM Euro Lima Dorong Kemajuan Energi Indonesia

JAKARTA - Upaya Indonesia memperbaiki kualitas lingkungan dan memperkuat daya saing energi nasional kini memasuki babak baru. 

Kehadiran kilang modern yang mampu memproduksi bahan bakar ramah lingkungan menjadi sinyal kuat bahwa transformasi sektor energi tidak lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang mulai terlihat.

Produksi BBM berkualitas tinggi dinilai bukan hanya menjawab tantangan polusi udara, tetapi juga memperlihatkan keseriusan Indonesia mengikuti standar global. Di tengah sorotan dunia terhadap isu perubahan iklim, langkah ini menjadi penanda bahwa Indonesia siap bergerak sejajar dengan negara-negara maju.

Kilang Modern Dorong Standar Bahan Bakar Bersih

Pengamat otomotif Bebin Djuana menyambut baik kehadiran kilang baru Pertamina di Balikpapan yang diklaim mampu memproduksi BBM setara Euro 5. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menjaga iklim global.

Komitmen itu mencakup upaya mengurangi polusi udara atau emisi Gas Rumah Kaca. Pemerintah menargetkan penurunan emisi sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

“Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujar Bebin saat dihubungi Kamis, 15 Januari 2026.

Dampak Positif Bagi Dunia Otomotif

Dengan hadirnya BBM setara Euro 5, Bebin menilai dunia otomotif tidak lagi pantas dijadikan kambing hitam sebagai penyumbang utama polusi udara. Menurutnya, kualitas bahan bakar memiliki peran penting dalam menentukan tingkat emisi kendaraan.

“Euro 5 itu membuat mesin jadi bersih dan kualitas udara jadi lebih baik,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa teknologi kendaraan modern membutuhkan dukungan bahan bakar yang sesuai standar.

Ia mencontohkan penggunaan taksi berbahan bakar diesel Euro 5 di Jerman. Meski telah menempuh jarak hingga 400.000 kilometer, kondisi mesin kendaraan tersebut masih tergolong bersih.

“Sudah semestinya pemerintah Indonesia menyediakan bahan bakar ramah lingkungan untuk masyarakatnya,” tutur Bebin. Karena itu, ia berharap kilang-kilang Pertamina lainnya dapat segera menyusul.

Dorongan Percepatan Transisi Energi Bersih

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel, Ahmad Safrudin, menilai pengembangan kilang minyak sebenarnya telah memiliki dasar sejak lama. Ia menyebut modernisasi dan peningkatan kapasitas kilang seharusnya dapat dilakukan lebih awal.

“RDMP itu sudah sejak 2012 pembahasannya,” kata Ahmad. Bahkan menurutnya, penggunaan BBM setara Euro 4 semestinya telah diterapkan sejak beberapa tahun lalu.

“Tapi mundur menjadi 2016,” tutur Ahmad. Lembaganya terus mendorong percepatan peralihan menuju penggunaan BBM bersih di Indonesia.

Salah satu langkah yang disuarakan adalah menghentikan penjualan Premium dan Solar, bahkan Pertalite. BBM tersebut dinilai perlu digantikan dengan bahan bakar berkualitas lebih baik.

Peran Negara Menjamin Hak Udara Bersih

Ahmad berharap Presiden Prabowo dapat mewujudkan bukan hanya ketahanan energi nasional, tetapi juga produksi BBM berkualitas tinggi setara Euro 5. Menurutnya, kualitas bahan bakar memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

“Semoga presiden serius dalam mewujudkan RDMP selama 3 tahun ke depan,” ujarnya. Harapan ini mencerminkan tuntutan agar kebijakan energi berorientasi pada keberlanjutan.

Pria yang akrab disapa Puput tersebut menegaskan bahwa menyediakan udara bersih merupakan kewajiban negara. Hal ini sejalan dengan UUD 45 Pasal 28 H tentang hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik.

“Sesuai amanah UU 32/2009,” ujarnya. Pemerintah dinilai wajib menyusun kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan lingkungan, termasuk kualitas udara.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026. Proyek ini menjadi tonggak penting modernisasi kilang nasional.

Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang tersebut merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung komitmen menuju Net Zero Emission. BBM standar Euro 5 mampu menekan emisi Nitrogen Oksida dan partikulat padat secara signifikan.

Investasi pada teknologi kilang ramah lingkungan memastikan setiap liter bahan bakar tidak hanya bertenaga, tetapi juga meninggalkan jejak karbon yang lebih kecil. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sejajar dengan negara-negara maju.

Selain manfaat ekologis, optimalisasi kilang di Kalimantan turut memperkuat kedaulatan energi nasional. Produksi BBM berkualitas tinggi di dalam negeri mengurangi ketergantungan impor sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi tenaga ahli lokal.

Terkini

Jadwal Bus DAMRI Jogja Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:34 WIB

Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:33 WIB

Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Sabtu, 17 Januari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:32 WIB

Bukit Uluwatu Serap Dana Rights Issue Rp492,83 Miliar

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:30 WIB

PGEO Kejar Kapasitas 1 GW dengan Ekspansi Panas Bumi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:13:27 WIB