Update Harga Sembako Jawa Timur, Daging Turun Bawang dan Cabai Naik

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:09:32 WIB
Update Harga Sembako Jawa Timur, Daging Turun Bawang dan Cabai Naik

JAKARTA - Perubahan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menjadi perhatian masyarakat. 

Fluktuasi terjadi pada sejumlah komoditas utama yang memengaruhi pola belanja harian. Kondisi ini menuntut warga lebih cermat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Pada pemantauan terbaru, beberapa harga pangan mengalami penyesuaian. Daging sapi, ayam, dan telur tercatat menurun dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya, bawang merah, bawang putih, cabai, serta gas elpiji menunjukkan kenaikan.

Informasi harga sembako memiliki peran penting bagi masyarakat. Data ini membantu perencanaan belanja agar tetap efisien. Stabilitas pengeluaran rumah tangga dapat lebih terjaga di tengah dinamika harga.

Gambaran Umum Sembako dan Kebutuhan Pokok

Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Kebutuhan ini berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga. Ketersediaannya sangat menentukan kesejahteraan masyarakat.

Sembilan bahan pokok tersebut mencakup beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu terdapat daging, telur, susu, bawang, gas elpiji, serta garam. Seluruh komoditas ini menjadi dasar konsumsi harian.

Di luar sembilan bahan pokok, cabai juga memiliki peran penting. Cabai kerap memengaruhi pengeluaran dapur karena fluktuasi harganya. Oleh karena itu, pergerakan harga cabai turut menjadi perhatian.

Daftar Harga Sembako Terkini Jawa Timur

Harga beras premium tercatat Rp 14.877 per kilogram, sedangkan beras medium Rp 12.865 per kilogram. Gula kristal putih berada di angka Rp 16.384 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp 18.701 per kilogram.

Minyak goreng kemasan premium dibanderol Rp 20.317 per liter dan kemasan sederhana Rp 17.578 per liter. Minyakita berada pada harga Rp 16.888 per liter. Harga daging sapi paha belakang tercatat Rp 119.288 per kilogram.

Daging ayam ras berada di harga Rp 36.383 per kilogram dan ayam kampung Rp 67.973 per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp 28.887 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung Rp 46.094 per kilogram. Susu kental manis dan susu bubuk berada pada kisaran harga stabil.

Garam bata tercatat Rp 1.822 dan garam halus Rp 9.267 per kilogram. Cabai merah keriting dijual Rp 33.372 per kilogram dan cabai merah besar Rp 30.068 per kilogram. Cabai rawit merah tercatat Rp 46.481 per kilogram.

Bawang merah berada di harga Rp 36.947 per kilogram dan bawang putih Rp 31.629 per kilogram. Gas elpiji 3 kilogram tercatat Rp 19.923. Harga-harga tersebut merupakan rata-rata wilayah Jawa Timur.

Komoditas Turun dan Naik Secara Bersamaan

Berdasarkan rata-rata harga, daging sapi mengalami penurunan sebesar Rp 693. Daging ayam ras turun Rp 231 dan ayam kampung turun Rp 1.146. Telur ayam kampung juga tercatat menurun sebesar Rp 681.

Penurunan harga ini memberi sedikit ruang bagi konsumen. Kebutuhan protein hewani menjadi lebih terjangkau. Kondisi tersebut membantu penghematan belanja rumah tangga.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan. Gas elpiji naik Rp 215, bawang merah naik Rp 216, dan bawang putih naik Rp 107. Cabai rawit dan cabai besar juga tercatat meningkat.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga

Perubahan harga sembako dipengaruhi oleh keseimbangan permintaan dan penawaran. Jika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, pasokan melimpah dapat menekan harga.

Faktor cuaca dan kondisi alam turut memengaruhi produksi. Cuaca ekstrem atau perubahan musim dapat mengurangi hasil panen. Kekurangan pasokan ini sering mendorong kenaikan harga.

Kebijakan pemerintah juga berperan dalam pembentukan harga. Regulasi impor, subsidi, dan pajak dapat memengaruhi biaya distribusi. Perubahan kebijakan berdampak langsung pada harga pasar.

Pengaruh Ekonomi dan Distribusi Pasar

Kenaikan biaya produksi turut memicu perubahan harga sembako. Harga pupuk, bahan bakar, dan upah tenaga kerja memengaruhi biaya akhir. Kondisi ini berdampak pada harga jual ke konsumen.

Nilai tukar mata uang juga memiliki pengaruh tersendiri. Komoditas impor menjadi lebih mahal saat nilai tukar melemah. Situasi ini dapat meningkatkan harga kebutuhan pokok.

Masalah distribusi turut menjadi faktor penting. Hambatan logistik dapat mengurangi pasokan di pasar. Akibatnya, harga cenderung mengalami kenaikan.

Pentingnya Pemantauan Harga Sembako Harian

Fluktuasi harga sembako menunjukkan perlunya pemantauan rutin. Informasi harga membantu masyarakat membuat keputusan belanja yang tepat. Pengeluaran rumah tangga dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Harga sembako juga dapat berbeda di setiap pasar. Perbedaan ini dipengaruhi oleh distribusi dan kondisi lokal. Oleh karena itu, konsumen perlu membandingkan harga.

Pengawasan harga menjadi bagian penting menjaga stabilitas pasar. Kebijakan yang tepat diperlukan untuk menekan gejolak harga. Stabilitas ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Terkini