Apa Itu Peer to Peer Lending: Cara Kerja dan Keuntungannya

Minggu, 05 Januari 2025 | 11:43:18 WIB
Apa Itu Peer to Peer Lending

Apa itu Peer to Peer Lending? Ada banyak hal penting yang perlu dipahami mengenai konsep ini, termasuk bagaimana mekanismenya berjalan.

Secara umum, peer to peer lending merupakan layanan yang menjembatani kebutuhan pinjaman antara pihak peminjam (debitur) dengan pemilik dana atau pemberi pinjaman (kreditur) secara langsung. 

Layanan ini adalah bagian dari teknologi finansial atau financial technology (fintech) yang kini semakin populer. Di Indonesia, layanan fintech peer to peer lending lebih sering disebut sebagai pinjaman online atau pinjol. 

Agar kamu bisa memahami dengan lebih baik apa itu peer to peer lending, bagaimana cara kerjanya, serta keuntungan dan risikonya, berikut penjelasan yang bisa kamu simak.

Apa Itu Peer to Peer Lending?

Jadi, apa itu Peer to Peer Lending? Peer to peer lending, sebagai salah satu inovasi dalam dunia fintech, merupakan metode pinjaman yang secara langsung mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan individu yang bersedia menyediakan pinjaman. 

Model ini menghilangkan kebutuhan akan perantara seperti institusi keuangan tradisional, misalnya bank.

Saat ini, platform berbasis aplikasi atau situs yang menawarkan layanan peer to peer lending telah menjadi pilihan alternatif pendanaan yang semakin banyak digunakan.

Di Indonesia, regulasi terkait layanan pinjaman online ini diatur dalam Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016. 

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa peer to peer lending adalah sistem pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah yang mempertemukan pemberi pinjaman (kreditur atau lender) dengan penerima pinjaman (debitur atau borrower) melalui teknologi informasi.

Cara Kerja Peer to Peer Lending

Bagaimana sebenarnya cara kerja peer to peer lending? Secara umum, platform fintech peer to peer lending dirancang untuk memfasilitasi pemilik dana dalam memberikan pinjaman secara langsung kepada debitur dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi. 

Model ini memberikan peluang investasi menarik bagi kamu yang ingin memperoleh return yang melampaui suku bunga pasar.

Di sisi lain, layanan ini juga memungkinkan peminjam dana untuk mengajukan kredit langsung kepada pemberi pinjaman dengan persyaratan yang lebih sederhana dan proses yang lebih cepat dibandingkan melalui lembaga keuangan tradisional.

Berikut adalah langkah-langkah cara kerja peer to peer lending yang dapat kamu pahami lebih mendalam:

  • Calon pengguna, baik lender maupun borrower, harus melakukan pendaftaran secara online melalui perangkat komputer atau smartphone.
  • Borrower mengajukan permohonan pinjaman melalui platform P2P lending dengan melampirkan informasi yang diminta.
  • Platform akan menganalisis data yang diberikan oleh borrower untuk menentukan kelayakan mereka sebagai peminjam. Proses ini juga mencakup penilaian tingkat risiko dari borrower.
  • Borrower yang lolos seleksi akan dimasukkan ke dalam marketplace P2P lending yang tersedia secara online. Informasi mendetail tentang profil borrower dan risiko yang terkait juga ditampilkan di sini.
  • Investor yang terdaftar dapat memeriksa dan menganalisis daftar borrower dalam marketplace tersebut untuk memilih peminjam yang sesuai dengan preferensi investasi mereka.
  • Setelah menemukan borrower yang cocok, investor dapat memberikan pendanaan melalui platform P2P lending.
  • Borrower membayar kembali pinjaman sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan melalui platform P2P lending.
  • Investor menerima pengembalian dana, termasuk bunga atau imbal hasil, melalui platform sebagai bagian dari kesepakatan pendanaan.

Manfaat P2P Lending bagi Bisnis

Bagi para pelaku UMKM, aplikasi P2P lending yang tersedia secara online dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha. 

Namun, apa saja manfaat yang sebenarnya bisa diperoleh pelaku bisnis UMKM dari P2P lending? Berikut adalah beberapa keunggulannya:

1. Kemudahan Mendapatkan Modal Usaha

Modal usaha menjadi salah satu aspek krusial agar bisnis, terutama UMKM, dapat terus bertumbuh. P2P lending memberikan akses pendanaan usaha yang lebih fleksibel bagi pelaku UMKM, menjadi alternatif dari lembaga keuangan tradisional seperti bank.

2. Proses Pengajuan yang Cepat dan Mudah

UMKM yang membutuhkan tambahan modal dapat mengandalkan P2P lending karena proses pengajuannya relatif sederhana dan cepat. 

Tidak seperti pengajuan pinjaman ke bank konvensional yang sering kali memerlukan banyak dokumen dan proses panjang, platform fintech ini menawarkan pengalaman yang lebih efisien dengan syarat yang lebih ringan.

3. Keamanan yang Dijamin oleh Pengawasan OJK

Salah satu manfaat utama P2P lending adalah jaminan keamanan, baik bagi penerima pinjaman maupun pemberi dana. 

Mayoritas platform P2P lending telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan rasa aman yang sebanding dengan lembaga keuangan resmi lainnya.

Regulasi terkait layanan ini diatur dalam Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. 

Aturan tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti tata kelola sistem teknologi informasi, mitigasi risiko, pelaporan, serta pendaftaran dan perizinan. 

Dengan regulasi ini, P2P lending di Indonesia dapat beroperasi secara resmi sekaligus memastikan kepatuhan pada prinsip-prinsip perlindungan konsumen.

Keuntungan dan Kerugian Peer to Peer Lending

Peminjam dana pada layanan peer to peer lending diwajibkan membayar bunga setiap bulan, sehingga pembayaran mencakup pokok pinjaman beserta bunga sesuai tenor yang telah disepakati.

Bagi kamu yang berminat berinvestasi di peer to peer lending, keuntungan atau return yang akan diperoleh berasal dari bunga yang dibayarkan oleh peminjam. 

Namun, sebelum memutuskan untuk terjun sebagai investor, penting untuk memahami keuntungan dan risiko yang ada. Berikut ini penjelasannya.

1. Keuntungan Besar

Salah satu daya tarik utama berinvestasi di fintech lending adalah imbal hasil yang tinggi. Tingkat return ini umumnya jauh melebihi inflasi atau bunga deposito, sehingga memberikan peluang pertumbuhan dana yang signifikan.

Besaran imbal hasil yang ditawarkan beragam, tergantung pada platform fintech lending yang digunakan. 

Rata-rata, keuntungan yang bisa diperoleh mencapai hingga 18% per tahun, atau sekitar 1,5% per bulan. Persentase ini masih dianggap wajar dalam dunia investasi.

2. Risiko Tinggi

Sama seperti investasi lain, keuntungan besar di peer to peer lending selalu diiringi dengan risiko yang tinggi. Oleh karena itu, investasi ini lebih cocok bagi kamu yang memiliki profil risiko agresif.

Beberapa risiko yang perlu diantisipasi termasuk kemungkinan gagal bayar oleh peminjam, kebangkrutan peminjam, atau bahkan risiko uang yang tidak kembali. Maka dari itu, memahami profil risiko peminjam sangat penting sebelum memberikan pendanaan.

3. Kebebasan Menentukan Tenor

Salah satu keuntungan lain dari investasi di fintech lending adalah fleksibilitas dalam menentukan tenor atau jangka waktu investasi. 

Kamu bisa memilih tenor pendek seperti enam bulan hingga tenor lebih panjang seperti satu atau dua tahun, sesuai dengan kebutuhan atau strategi investasimu.

4. Dana tidak Bisa Ditarik Sewaktu-waktu

Sebagai investor, dana yang sudah ditempatkan pada platform P2P lending tidak dapat ditarik sebelum masa investasi selesai. Artinya, kamu hanya bisa mencairkan dana setelah tenor investasi berakhir.

Setiap platform memiliki aturan tersendiri terkait pencairan dana, dengan tenor yang biasanya bervariasi mulai dari tiga bulan, enam bulan, satu tahun, hingga lebih lama. Pastikan untuk memahami syarat dan ketentuan platform yang kamu pilih.

Sebagai penutup, dengan memahami lebih jauh apa itu Peer to Peer Lending, kamu dapat memanfaatkannya secara optimal sesuai kebutuhan, baik sebagai peluang investasi maupun solusi pendanaan.

Terkini