SURABAYA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur melaporkan bahwa mayoritas pelaku pencurian kendaraan bermotor saat ini adalah anak-anak.
Sepanjang bulan Juni 2026, terjadi 320 kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, serta pencurian kendaraan bermotor (3C) di wilayah hukum Polda Jawa Timur, dengan 195 kasus terselesaikan dan 222 tersangka diamankan.
Sebagai perbandingan, pada bulan Mei tercatat 266 kasus dengan 194 kasus yang berhasil diselesaikan dan melibatkan 230 tersangka.
Pencurian paling menonjol tercatat terjadi di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Nganjuk.
Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur menerangkan bahwa dari sekian banyak kasus pencurian, terutama curanmor, pelakunya didominasi oleh anak-anak.
“Sekarang memang didominasi pelaku usia belia lah untuk curanmor. Kalau curas biasanya 30 an ke atas dan biasanya residivis, pernah melakukan sebelumnya, menjalani hukuman,” kata Jumhur, dikutip Kamis (2/7/2026).
Jumhur tidak memberikan rincian pasti mengenai rentang usia pelaku anak dalam aksi curanmor tersebut.
Namun, diduga usia mereka berada di bawah 17 tahun atau masih berstatus sebagai pelajar.
Selanjutnya, Jumhur menjelaskan bahwa motif para pelaku anak dalam aksi pencurian tidak sekadar masalah ekonomi, tetapi juga untuk membeli serta mengonsumsi narkotika.
“Ada juga di bawah umur, curanmor yang kami ungkap di bawah umur. Biasanya (motif) terkait kebutuhan narkoba,” bebernya.
Meskipun dalam sebulan terakhir telah menangkap 222 tersangka, Subdit III Jatanras Polda Jatim masih harus mengejar sejumlah buron atau daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus-kasus tersebut.
“Untuk DPO sendiri kisaran belasan sampai puluhan,” terangnya.
Barang hasil curian, khususnya kendaraan dan gawai pintar, sering kali langsung dijual oleh para tersangka.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak penyidik.
“Kami agak kesulitan di situ karena langsung dijual. Baru nangkap langsung ditawarkan di Facebook dan biasanya langsung laku,” pungkasnya.