Festival Penglipuran Targetkan 4.000 Wisatawan pada Juli Mendatang

Festival Penglipuran Targetkan 4.000 Wisatawan pada Juli Mendatang
Desa Wisata Penglipura (FOTO: NET)

BANGLI - Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, bakal melangsungkan Penglipuran Village Festival XIII pada Juli 2026, persisnya dari Kamis (9/7/2026) hingga Sabtu (11/7/2026).

"Kami menargetkan 3.000 hingga 4.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan festival," ujar Kepala Badan Usaha Desa Adat Penglipuran, Wayan Sumiarsa, dikonfirmasi Kamis (25/6/2026).

Dia mengimbuhkan, pergelaran ini bakal menyuguhkan bermacam aktivitas adat, alam, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), serta wadah edukasi untuk warga dan pelancong.

Ajang ini pun menjadi wadah untuk mengekspos konsep manajemen desa wisata yang senantiasa melestarikan tradisi dan alam sekitar.

"Penglipuran tidak hanya ingin dikenal sebagai desa wisata yang indah, bersih, dan tertata. Kami ingin Penglipuran menjadi contoh desa wisata yang hidup, berbudaya, inklusif, dan regeneratif," jelas Sumiarsa.

Berdasarkan penuturannya, Penglipuran Village Festival menjadi momen bagi para pelancong untuk menyaksikan secara langsung aktivitas warga Penglipuran, sekaligus menyokong produk setempat.

Sepanjang tiga hari pelaksanaan, perayaan tersebut bakal menyajikan sederet aktivitas.

Pada Kamis (9/7/2026), agenda diawali lewat penyambutan pelancong, tarian kolosal, parade gebogan, peresmian festival, pentas Tari Palegongan “Raksan Gumi”, serta pameran UMKM.

Pada Jumat (10/7/2026), rangkaian aktivitas diteruskan lewat lokakarya alam, kompetisi busana tempo dulu, serta pentas musik setempat.

Sementara itu, pada hari pemungkas, Sabtu (11/7/2026), bakal diisi lewat aktivitas yoga tawa dan pentas musik setempat.

Pergelaran ini juga merangkul para pelaku UMKM, seniman setempat, kalangan muda, krama desa, hingga perwakilan kaum disabilitas.

Sumiarsa berharap agenda itu dapat memperlebar dampak positif pariwisata bagi warga desa.

"Datang ke Penglipuran Festival berarti menikmati budaya, belajar dari desa, mendukung UMKM lokal, menghargai keberagaman, dan ikut menjaga masa depan pariwisata Bali," tutup dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index