Bupati Banyuwangi Laporkan Perkembangan Sekolah Rakyat ke Mensos

Bupati Banyuwangi Laporkan Perkembangan Sekolah Rakyat ke Mensos
Ilustrasi pembangunan Sekolah Rakyat (FOTO: NET)

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memaparkan progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat serta Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan sudah berjumpa dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, pada Kamis (19/6) untuk melaporkan perkembangan Sekolah Rakyat dan Perlinsos yang berjalan di Banyuwangi.

"Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dan progresnya telah mencapai lebih dari 75 persen," kata Bupati Ipuk dalam keterangannya di Banyuwangi, Jumat.

Menurut dia, untuk sementara waktu Sekolah Rakyat ini menggunakan dua tempat yaitu di Balai Diklat kepunyaan Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan di kawasan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.

Ipuk menjelaskan, Sekolah Rakyat di Banyuwangi didirikan di atas tanah seluas kurang lebih 7 hektare milik Pemkab Banyuwangi dengan konsep sekolah modern berskala internasional.

"Bangunan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran," ujar dia.

Bupati Ipuk menjabarkan fasilitas Sekolah Rakyat yang didirikan mencakup gedung sekolah SD, SMP, SMA yang masing-masing terdiri dari dua lantai, asrama putra-putri untuk tiap jenjang, serta rumah susun bagi guru.

Selanjutnya terdapat gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur, serta dilengkapi dengan kantin SD, kantin SMP, dan kantin SMA.

Disediakan juga lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, area parkir mobil, area parkir motor, hingga gerbang.

Kepada Menteri Sosial, Bupati Ipuk pun mengusulkan supaya ke depannya para siswa Sekolah Rakyat diberikan kegiatan ekstrakurikuler BMX sebab Sekolah Rakyat yang baru tersebut posisinya berdampingan dengan area sirkuit BMX yang berstandar internasional.

"Anak-anak nanti bisa diberi ekstrakurikuler BMX karena dekat dengan Sirkuit Muncar, agar bisa mencetak atlet muda berbakat," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index