Progres Positif Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di 4 Lokasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 13:18:23 WIB
Foto udara pekerja memasang besi konstruksi pada area proyek pembangunan SMA Unggul Garuda Baru (FOTO: NET)

JAKARTA - Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhan mengumumkan bahwa pemerintah sedang mendirikan SMA Unggul Garuda Baru di empat daerah yang keterbatasan akses pendidikan berkualitas.

Kawasan-kawasan tersebut meliputi Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

“Saat ini pemerintah tengah membangun empat Sekolah Unggul Garuda Baru yang berlokasi di wilayah yang selama ini minim akses pendidikan unggul,” ujar Kurnia dalam jumpa pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

“Hingga 21 Juni 2026, progres pembangunan seluruh lokasi menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan seluruhnya berada di atas target yang telah ditetapkan,” kata dia melanjutkan.

Kurnia menjelaskan, sejalan dengan pengerjaan infrastruktur, pihak pemerintah juga mematangkan kesiapan operasional di keempat sekolah melalui penyaringan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta jajaran guru dan staf kependidikan.

Merujuk pada data milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), hingga saat ini sudah terjaring 12 jajaran pimpinan yang meliputi 3 kepala sekolah, 1 pelaksana tugas kepala sekolah, dan 8 wakil kepala sekolah.

Pada sektor tenaga pengajar, sebanyak 42 guru berstatus ASN dan PPPK juga telah berhasil direkrut.

Di samping itu, terdapat pula 11 guru pendidikan agama yang saat ini tengah berada dalam proses pengajuan mutasi ataupun penugasan dari instansi asal maupun dari pihak Kemendiktisaintek.

Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan pendukung lainnya didapatkan lewat jalur penugasan dari perguruan tinggi serta pemerintah daerah di wilayah setempat.

Demi menunjang aktivitas operasional tujuh sekolah ke depannya, Kurnia menambahkan bahwa pemerintah pun tengah mempersiapkan penyaringan bagi kurang lebih 459 CPNS guru dan tenaga kependidikan.

Kurnia mengutarakan bahwa SMA Unggul Garuda Baru ditargetkan sudah dapat dipergunakan untuk aktivitas pembelajaran pada tahun ajaran baru 2026/2027 mulai Juli ini.

“Jika dilihat dari progres pembangunan fisik serta rekrutmen kepsek, wakepsek, serta GTK hingga Juni ini, keempat SMA Garuda Unggul Baru akan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027,” tuturnya.

Sementara itu, proses penerimaan bagi calon siswa baru SMA Unggul Garuda Baru sudah resmi dimulai sejak 5 Februari 2026.

Pada tahapan penyaringan tersebut, terdapat tiga aspek utama yang menjadi tolok ukur penilaian, yakni nilai akademik (50 persen), kondisi latar belakang ekonomi (30 persen), dan wilayah asal geografis (20 persen).

Pemberian porsi bobot pada tiap-tiap komponen ini sengaja diterapkan demi mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas sekaligus inklusif.

Kurnia menyebutkan bahwa ketertarikan warga terhadap kehadiran program pendidikan ini tergolong amat besar.

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 3.935 calon peserta didik dari bermacam-macam wilayah ikut mendaftar dan menempuh penyaringan di tahap pertama.

Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 1.632 peserta berhasil melewati seleksi fase pertama, 640 peserta berlanjut lolos di fase kedua, dan 320 peserta sukses melewati seleksi di fase ketiga.

“Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027,” kata dia.

Terkini