JAKARTA - Juru taktik Skotlandia Steve Clarke mengungkapkan rasa kekecewaannya lantaran anak asuhnya memproduksi terlampau banyak eror yang berbuah gol kala ditumbangkan Brasil 0-3 dalam partai pamungkas Grup C Piala Dunia FIFA 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat, Kamis WIB.
"Kami membuat pertandingan menjadi sulit bagi diri sendiri. Kami memberikan mereka gol-gol itu, kami memberikan mereka permainan yang mereka inginkan. Mengecewakan," kata Clarke usai pertandingan dalam laman FIFA.
Hasil minor tersebut menjadikan kans Skotlandia untuk dapat melaju ke babak sistem gugur masih berada dalam situasi yang belum menentu.
Pasukan Tartan Army saat ini tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup C dengan raihan tiga poin.
Pilar lini tengah Skotlandia John McGinn berpendapat bahwa skuadnya tidak sanggup meredam keunggulan kualitas dari para penggawa Brasil pasca kemasukan bola di menit-menit yang krusial.
"Kami kebobolan gol-gol yang buruk pada waktu yang buruk pula melawan tim berkualitas yang mampu menghukum kesalahan. Dalam beberapa momen, Brasil benar-benar menyakiti kami," ujar McGinn.
Walau menelan pil pahit, McGinn memandang segenap pemain sejatinya telah memeras seluruh kemampuan mereka di lapangan dan sempat memperoleh beberapa kans yang berpotensi membalikkan keadaan laga.
"Kami memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol dan itu bisa menjadi sangat penting. Para pemain sangat terpukul. Kami kalah dalam hal kualitas, tetapi kami telah memberikan segalanya. Apakah kami lolos atau tidak, kami akan mengetahuinya dalam beberapa hari ke depan," kata McGinn.
Skuad Samba membungkus kemenangan lewat sumbangan dua gol dari Vinicius Junior pada menit ketujuh serta masa injury time paruh pertama, ditambah satu gol pelengkap dari Matheus Cunha di menit ke-60.
Raihan positif ini mengantarkan Brasil mengakhiri fase grup sebagai jawara Grup C sekaligus mengamankan tiket ke babak 32 besar bermodalkan koleksi dua kali kemenangan dan satu hasil imbang.
Kini Skotlandia masih diwajibkan menanti kalkulasi dari hasil laga di grup lain demi bisa memelihara impian lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah.