Gen Z Pegang Peran Krusial Sektor Energi Menuju Indonesia Emas

Senin, 22 Juni 2026 | 14:18:16 WIB
Ilustrasi generasi Z (FOTO: NET)

JAKARTA - Kontribusi aktif dari generasi Z dinilai oleh Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha memiliki posisi yang sangat penting bagi masa depan sektor energi tanah air, khususnya dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

"Mengingat energi merupakan fondasi vital bagi sektor industri, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, maka peran aktif gen Z sebagai inovator, profesional, akademisi, maupun pembuat kebijakan sangat krusial dalam menentukan arah kemandirian bangsa," ujarnya dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Menurut pandangannya, target mendongkrak pendapatan per kapita negara saat menyambut satu abad Kemerdekaan RI melalui visi Indonesia Emas 2045 tidak akan berjalan maksimal jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul secara individu.

Dia menambahkan bahwa sektor energi nasional menawarkan peluang karier yang sangat terbuka bagi generasi muda, mulai dari industri minyak dan gas bumi, panas bumi, energi surya dan angin, hidrogen, hingga pengelolaan mineral kritis untuk rantai pasok kendaraan listrik.

Peta jalan strategis bagi generasi muda untuk bertransformasi menjadi calon pemimpin bangsa yang kompetitif di kancah global dipaparkan oleh Hangga saat menjadi pembicara utama dalam acara Education Festival Indonesia 2026 di Kemendiktisaintek, Jakarta, Minggu (21/6/26).

Dia juga mendorong generasi muda, terutama kalangan mahasiswa, untuk mulai menyusun target pencapaian dalam jangka waktu 3, 5, hingga 10 tahun ke depan.

Langkah nyata tersebut bisa diinisiasi melalui keterlibatan aktif dalam organisasi, membangun jaringan profesional, mengikuti program magang, serta mencari mentor berpengalaman yang memiliki keselarasan visi dan misi.

"Dunia profesional memiliki budaya dan dinamikanya tersendiri yang sering kali tidak kami dapatkan di dalam ruang kelas perkuliahan. Ketimbang takut pada tantangan dan menganggapnya sebagai beban yang melelahkan, ubah cara pandang untuk melihat tantangan sebagai rintangan yang memacu diri menemukan solusi," jelasnya.

Dia menekankan bahwa kombinasi dari tiga unsur utama, yaitu wawasan (knowledge), kecakapan (skill), dan kepribadian (character), merupakan modal mendasar untuk bertransformasi menjadi pemimpin masa depan.

"Kompetensi teknis mungkin membuat kami diterima di suatu industri, namun integritas dan karakter kuatlah yang membuat kami dipercaya," ujar Hangga.

Secara lebih mendalam, Hangga menyoroti pergerakan perubahan dunia yang berjalan kian cepat akibat kontribusi artificial intelligence (AI) serta ekonomi digital.

Implementasi teknologi AI tingkat tinggi di lingkungan Kementerian ESDM sendiri telah diterapkan secara nyata untuk mengoptimalkan manajemen keselamatan kerja di lapangan hingga memonitor risiko kebocoran pada fasilitas kilang.

Kendala terkait sebaran infrastruktur listrik dan internet yang masih dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dinilai harus menjadi pendorong bagi gen Z untuk terus menciptakan inovasi dalam mengejar ketertinggalan teknologi global, sekaligus beradaptasi menghadapi dampak perubahan iklim dan pemanasan global melalui akselerasi energi baru dan terbarukan (EBT).

Hangga juga mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan prinsip learn, create, and shine, serta membangun personal branding dan reputasi yang positif lewat rekam jejak digital yang berintegritas.

"Generasi muda jangan takut gagal atau ragu melangkah keluar dari zona nyaman demi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan k sovereignty NKRI," katanya.

Terkini