Progres Sekolah Rakyat Banyuwangi Dipaparkan ke Kemensos

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:09:17 WIB
Pemkab Banyuwangi terus mematangkan persiapan Sekolah Rakyat (FOTO: NET)

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memaparkan progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat serta Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan telah berjumpa dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta pada Kamis (19/6) guna melaporkan perkembangan Sekolah Rakyat serta Perlinsos yang berjalan di Banyuwangi.

"Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dan progresnya telah mencapai lebih dari 75 persen," kata Bupati Ipuk dalam keterangannya di Banyuwangi, Jumat.

Menurut dia, aktivitas Sekolah Rakyat saat ini untuk sementara waktu masih menempati dua tempat, yakni di Balai Diklat kepunyaan Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin serta di area Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.

Ipuk menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat di Banyuwangi tersebut didirikan di atas lahan seluas kurang lebih 7 hektare milik Pemkab Banyuwangi dengan konsep sekolah modern berskala internasional.

"Bangunan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran," ujar dia.

Bupati Ipuk menjabarkan fasilitas Sekolah Rakyat yang sedang dibangun tersebut meliputi gedung sekolah dua lantai untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra-putri di setiap jenjang, serta rumah susun bagi para guru.

Selanjutnya terdapat gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur, beserta kantin khusus untuk SD, SMP, dan SMA.

Disediakan pula lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, area parkir mobil dan motor, hingga gerbang utama.

Kepada Menteri Sosial, Bupati Ipuk pun mengusulkan agar para siswa Sekolah Rakyat nantinya dapat diberikan ekstrakurikuler BMX sebab lokasi Sekolah Rakyat yang baru tersebut bersebelahan langsung dengan sirkuit BMX berstandar internasional.

"Anak-anak nanti bisa diberi ekstrakurikuler BMX karena dekat dengan Sirkuit Muncar, agar bisa mencetak atlet muda berbakat," ujarnya.

Terkini