Mendikdasmen Targetkan 71.744 Sekolah Selesai Direvitalisasi 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 16:03:14 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memaparkan bahwa pihak pemerintah menetapkan sasaran untuk membenahi sebanyak 71.744 sekolah pada tahun 2026.

Angka ini meningkat tajam sekitar 60.000 sekolah dari rencana awal yang semula hanya menargetkan 11.744 sekolah pada tahun ini.

"Tahun ini kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," ujar Abdul dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/6/2026).

Berdasarkan rancangan semula, proses pembenahan untuk 11.744 sekolah bakal dibiayai menggunakan alokasi anggaran yang menyentuh angka Rp 14 triliun.

Sampai dengan bulan Juni 2026, ia menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik telah mencapai kisaran 70 persen dari total target sekolah yang sudah ditentukan.

"Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," ujar Abdul.

Selain itu, ia menegaskan bahwa langkah renovasi sekolah ini turut memberikan kontribusi positif bagi bidang lainnya di luar sektor fasilitas dan infrastruktur pendidikan.

Salah satu imbas riilnya adalah terciptanya peluang kerja baru selama masa perbaikan belasan ribu sekolah tersebut berjalan di beragam wilayah.

"Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) tu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara tiga sampai delapan bulan," ujar Abdul.

Ia menyambung bahwa agenda pemulihan fasilitas pendidikan ini mendapatkan sambutan yang amat positif dari masyarakat, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Saat melakukan perjalanan dinas ke area-area tersebut, Abdul menuturkan bahwa jajaran pengurus sekolah beserta para siswa sangat mengapresiasi agenda ini.

"Karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia," ujar Abdul.

Terkini